Bahaya Kekurangan Gizi Pada Anak

Memiliki anak merupakan anugerah yang sangat luar biasa dan tidak dapat dinilai dengan apapun harganya. Untuk itu, sudah merupakan kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk menjaga tumbuh kembangnya. Namun, tidak jarang dalam proses merawat dan membesarkan nya ada saja tantangan baru dan kendala yang datang menghadang. Salah satu kendala yang sering sekali datang adalah masalah anak susah makan. Memasuki usia tertentu, beberapa anak mengalami fase yang dinamakan dengan GTM. GTM adalah akronim dari Gerakan Tutup Mulut, jadi ketika anak mengalami fase ini anak akan menutup mulutnya dan menolak hamper semua yang ditawarkan orang sekitarnya agar ia mau melahapnya. Fase ini merupakan fase yang lumrah terjadi pada bayi hingga batita. Namun meski begitu, sebagai orang tua kita harus segera menemukan solusi ketika anak memasuki fase ini.

Ketelatenan Sebagai Orang Tua Sangat Dibutuhkan

Meskipun dikategorikan dalam kondisi yang normal untuk dialami oleh bayi dan batita, sebagai orang tua sebaiknya tidak terlena dan ikut menyepelekan kondisi ini. Karena, hal ini apabila dibiarkan dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan buah hati anda mengalami kekurangan gizi yang tentu saja akan sangat membahayakan kesehatan buah hati anda bahkan dalam jangka panjang. Salah satu bahaya kurang gizi pada bayi adalah menurunya kecerdasan anak. Sekarang ini, orang tua mana yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi seorang dengan tingkat kecerdasan yang kurang maksimal? Bahanya, hal tersebut banyak terjadi pada anak yang kekurangan gizi. Dalam masa pertumbuhan anak, ada yang namanya 1000 pertama kehidupan. Gizi yang diberikan pada anak dalam masa ini akan mempengaruhi pertumbuhanya di masa medatang.

1000 hari pertama pada anak terhitung dari waktu anak masih di dalam kandungan hingga saat ia memasuki usia 2 tahun. Untuk itu, apabila dalam usia di bawah 2 tahun anak menolak untuk mengkonsumsi berbagai macam makanan yang ditawarkan kepadanya, sebagai oarng tua sebaiknya kita tidak mengalah dan menyerah, justru di sinilah ketelatenan kita sebagai orang tua sedang diuji.