Mengaktifkan Partisipasi dan Konsultasi K3 dalam Perusahaan

Pelaksanaan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) memerlukan peran aktif berbagai pihak. Perusahaan harus mengikutsertakan seluruh personil dalam perusahaannya untuk turut berperan aktif dalam pelaksanaan K3. Perusahaan membutuhkan konsultan SMK3 agar pelaksanaan K3 dalam perusahaannya dapat terlaksana dengan baik dan terkendali. Partisipasi ini dapat dilakukan secara individu maupun grup atau kelompok. Hal ini tergantung pada jumlah personil yang ada dalam perusahaan itu sendiri.

Pelaksanaan Konsultasi oleh Personil Perusahaan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan para pegawai atau personil perusahaan dalam melaksanakan konsultasi K3. Hal-hal tersebut meliputi kegiatan berikut.

  1. Pegawai perusahaan dapat berkonsultasi tentang permasalahan pengendalian bahaya yang terjadi dalam tempat kerja. Konsultasi ini akan membantu pegawai dalam mewaspadai hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi saat sedang bekerja. Dengan berkonsultasi maka pegawai dapat lebih berhati-hati.
  2. Konsultasi dengan konsultan SMK3 juga dapat dilakukan untuk membahas persoalan rekomendasi peningkatan kinerja perusahaan. K3 akan menunjang kinerja perusahaan dan reputasi perusahaan dimata luar.
  3. Selain itu, konsultasi juga dapat dilakukan untuk membahas berbagai kebijakan-kebijakan perubahan yang mungkin akan memengaruhi kerja perusahaan. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam perusahaan mungkin saja akan membawa dampak buruk untuk keberlangsungan perusahaan.

Itulah beberapa hal yang dapat menjadi bahan konsultasi untuk meningkatkan partisipasi aktif para personil perusahaan. Pembahasan konsultasi K3 akan selalu berkaitan dengan pembahasan tentang bahaya atau kecelakaan kerja yang mungkin dapat terjadi. Bahaya-bahaya tersebut meliputi hal-hal berikut ini.

  1. Waspada akan bahaya-bahaya baru yang belum pernah muncul sebelumnya dan bahaya-bahaya yang pernah terjadi sebelumnya. kedua jenis bahaya ini akan sama-sama berdampak pada kelangsungan perusahaan
  2. Bahaya yang terjadi karena adanya perubahan alat, mesin, sistem manajemen yang baru dilaksanakan oleh perusahaan.
  3. Kemungkinan bahaya-bahaya lain yang mungkin terjadi terkait dengan tempat sekitar perusahaan.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan saat konsultasi dengan konsultan SMK3. Partisipasi aktif sangat penting, mengingat tanggung jawab pelaksanaan K3 tidaklah ditanggung sendiri oleh pimpinan.