Penyebab Kualitas Tidur Yang Buruk

Tidur merupakan salah satu kegiatan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat beristirahat dan melakukan regenerasi pada malam hari. Jika kita memaksakan diri untuk tidak tidur, tubuh akan mengalami penurunan fungsi dan energy untuk melakukan aktivitas. Oleh karena itu, tubuh harus mendapat tidur yang cukup setiap harinya. Lama waktu tidur yang sangat dianjurkan adalah selama 8 jam. Namun, terdapat kondisi di mana tubuh tetap merasa lelah dan tak bertenaga meskipun sudah mendapatkan tidur yang cukup. Mengapa bisa demikian?

Mimpi buruk

Mimpi buruk bisa menjadi salah satu alasan mengapa kondisi tubuh tetap lemas meskipun kita telah tertidur untuk waktu yang lama. Mimpi buruk menyebabkan tidur kita terganggu dan tidak nyaman sehingga tubuh tetap terasa lemas saat bangun. Untuk menghindarinya, kita harus mengurangi berpikir terlalu keras ketika akan tidur.

Berbagai pemikiran dan emosi yang kita rasakan menjelang tidur akan sangat mempengaruhi kualitas tidur kita. Oleh karena itu, ada baiknya jika kita menyingkirkan masalah sejenak dan memikirkan hal menyenangkan ketika akan menutup mata untuk tidur. Dengan demikian, pikiran akan lebih tenang dan tidur akan terasa lebih lelap dan nyaman.

Makan malam

Ketika kita tertidur, beberapa sistem di dalam tubuh kita tetap bekerja seperti sistem pencernaan, jantung dan otak. Jika waktu makan malam yang kita lakukan berdekatan dengan waktu tidur, maka sistem pencernaan akan bekerja untuk mencerna makanan selama kita tertidur. Padahal, sistem pencernaan akan menghasilkan elemen yang akan membuat tidur kita lebih nyenyak dan nyaman ketika tidak mencerna makanan saat tidur. Hal tersebut membuat tidur kita semakin berkualitas.

Bolak-balik kamar mandi

Terlalu banyak minum sebelum tidur akan membuat kita berkali-kali ke kamar mandi saat sedang tidur. Alhasil, tidur menjadi kurang nyenyak karena harus ke kamar mandi untuk buang air kecil. Namun, penyebab lain dari sering ingin buang air kecil ketika tidur juga bisa karena gelisah dan emosional. Ketika seseorang sedang gelisah dan dalam fase yang emosional, mereka akan lebih sering ke kamar mandi untuk buang air kecil.